Analisa Angkutan Sedimen Sungai Bulu
Timoreng
Kabupaten Sidrap
Nenny
ABSTRAK
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui jumlah sedimen rate yang terangkut akibat
perilaku aliran sungai pada sungai Bulutimoreng Kabupaten Sidrap. Besarnya
angkutan sedimen pada periode tertentu digunakan beberapa pendekatan. Untuk sedimen
melayang (suspended load) digunakan pendekatan Lengkung Debit, yakni hubungan
antara debit air (Qw) dengan debit sedimen melayang (Qs). Untuk sedimen dasar
(bed load) pendekatan yang digunakan adalah Mayer Peter & Muller dan
Eistein. Dari beberapa pendekatan yang digunakan untuk menghitung suspended
load dan bed load yang paling mendekati perhitungan yang berdasarkan data
lapangan adalah Einstein. Besarnya total angkutan sedimen selama 25 tahun
adalah 2.643,96 ton, untuk suspended load adalah 331,06 ton dan bed load adalah
2.312,9 ton. Besarnya angkutan sedimen yang terjadi tiap tahun rata-rata 105,76
ton.
1.
PENDAHULUAN
Sungai Bulu Timoreng terletak 36
meter diatas permukaan laut tepatnya berada di Desa Bulu Timoreng kecamatan
Pancarijang kabupaten Sidenreng Rappang atau lebih dikenal dengan kota Sidrap,
berjarak 45 km. dari kota kabupaten, dan 160 km. kearah utara dari kota
makassar.
Secara garis besar tekstur dan
kondisi topografi daerah disekitar sungai Bulu Timoreng bisa dikategorikan
sebagai daerah datar. Di daerah hulu dari pada sungai ini memiliki
kemiringan lereng 0.001 s/d 0.004. Ketinggian topografi disekitar daerah ini adalah ± 56 m
Secara fisiografi sungai Bulu
Timoreng ini masuk pada daerah pengaliran sungai (DPS) Rappang. Sungai ini
berhulu di kabupaten Enrekang dengan nama sungai Salo karaja. Sungai Karaja ini
mengalir dari utara ke selatan sampai melewati desa Bulu Timoreng, kemudian
bermuara pada sungai Rappang. Panjang sungai utama dari desa Bulu Timoreng
sampai ke ujung hilir adalah ± 30 km. dengan lebar ± 10 m. Berdasarkan
klasifikasi sungai, maka sungai Bulu Timoreng termasuk jenis sungai pegunungan,
mengingat sumber air atau daerah hulunya mengalir dari celah-celah gunung.
Karena bentuk dari pada sungai tersebut bisa dikatakan sejajar, maka sungai
Bulu Timoreng adalah sungai yang bertipe cabang pohon.
Sungai Bulu Timoreng merupakan salah
satu sungai yang memiliki potensi yang sangat besar terhadap kebutuhan mahluk
hidup disekitarnya. Namun berdasarkan data yang ada, sungai Bulu Timoreng
termasuk salah satu sungai yang membutuhkan perawatan intensif. Dengan adanya
beberapa gejala yang muncul seperti pendangkalan di bagian hilir serta
terhambatnya pengaliran. Dibagian hulu pada sungai Bulu Timoreng akan terlihat
kandungan sedimen yang cukup tinggi, sehingga pada saat musim hujan tiba, air
yang mengalir menampakkan kekeruhan dan terjadi endapan pada daerah hilirnya.
Ini mengakibatkan adanya tingkat produksi volume sedimen yang cukup besar.
Endapan yang terbentuk tersebut menjadi lebih banyak tertampung dan melebihi
tinggi dataran sekitarnya, sehingga mengakibatkan pengaliran air pada suatu
alur sungai berpindah mencari dataran yang elevasinya lebih rendah. Dengan
demikian bentuk dari dasar sungai, senantiasa berubah-ubah oleh adanya proses
sedimentasi sehingga mengakibatkan sungai tidak berfungsi sesuai dengan
eksistensinya.
Dalam penulisan ini yang menjadi
pokok permasalahan adalah membahas jumlah sediment total yang
terjadi pada setiap tahun selama periode tertentu, yaitu untuk 25 tahun
ditinjau dari penampang sungai. Pendekatan secara empiris yang digunakan adalah dengan menggunakan beberapa metode
pendekatan, antara lain :
Untuk menghitung sediment melayang menggunakan pendekatan
lengkung debit, yakni hubungan debit air (Qw) dengan debit sediment melayang
(Qs), harga Qs diperoleh dari konsentrasi sediment (Cs) dari hasil pengambilan contoh air di lapangan yang telah dianalisa
di laboratorium.
Untuk menghitung besarnya sediment
dasar pada sungai Bulu Timoreng
menngunakan dua pendekatan, yakni pendekatan Meyer Peter Muller dan
Einstein
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Erosi
dan Sedimen
Tanah dapat tererosi, terlepas dari
lokasinya oleh aksi angina, air, gaya grafitasi (tanah longsor) dan aktifitas
manusia. Erosi oleh air dapat dianggap dimulai oleh pelepasan partikel-partikel
tanah oleh hempasan percikan air hujan. Energi kinetic dari butiran air hujan
yang jatuh dapat memercikan partikel tanah ke udara. Pada tanah yang datar,
partikel-partikel tersebut disebabkan lebih kurang secara merata kesegala
jurusan, tetapi pada tanah yang miring terjadi suatu pengangkutan ke bawah
searah lereng. Apabila terjadi aliran permukaan , sebahagian
partikel-partikel yang jatuh akan
terbawa dalam air yang mengalir dan bahkan bergerak lebih jauh ke bawah sebelum
berhenti di atas permukaan tanah. Aliran permukaan bersifat laminar dan tidak mampu untuk
melepaskan partikel-partikel tanah dari kesatuannya, tetapi dapat
menggerakkan partikel-partikel tanah yang sudah terlepas di permukaan .
Sedimentasi adalah proses
pengendapan bahan-bahan yang terangkut
oleh air di alur sungai, waduk atau bendungan, danau dan muara sungai sebagai
akibat terjadinya erosi yang berasal
dari berbagai pola penggunaan lahan
dibagian hulu DAS/sub DAS. Selain
diakibatkan oleh erosi, sedimentasi juga dipengaruhi oleh kemiringan lereng,
luas daerah tangkapan air, jaringan sungai, dan ukuran bahan yang terangkut.
Sedimen dapat pula berasal dari erosi yang terjadi pada luar sungai. Sedimen
terangkut oleh aliran sungai pada saat
debitnya meningkat dari bagian hulu dan kemudian diendapkan pada alur sungai
yang landai atau pada alur sungai yang melebar, ketika debitnya mengecildan
kandungan beban dalam aliran mengecil, maka sediment yang mengendap tersebut secara berangsur-angsur terbawa hanyut lagi dan dasar sungai akan
berangsur turun kembali.
2.2. Perhitungan Sedimen Melayang
Perhitungan sediment melayang dengan
metode lengkung debit, yaitu pengambilan contoh air di lapangan kemudian
dianalisa di laboratorium untuk mengetahui besarnya konsentrasi sediment yang
terangkut. Dari hasil analisa contoh air di laboratorium , maka besarnya debit
sediment setiap hari dapat dihitung sebagai berikut :
Qs = Qw x C x k
Dimana : Qs = debit sediment
(ton/hr.)
Qw = Debit air (m3/dt.)
C = Konsentrasi sediment (mg./ltr.)
k =
Faktor konversi
Jika data air dalam m3/dt.,
berat 1 m3 adalah 1 ton dan
waktu yang diperlukan adalah 24 jam, maka koefisien k dapat ditentukan dengan
persamaan sebagai berikut :
Sedangkan kadar konsentrasi (C) dapat
diperoleh dengan mengendapkan material yang terkandung dalam air atau dengan
cara menyaring, sehingga dengan jalan ini konsentrasi dapat dihitung dengan
rumus sebagai berikut :
Dimana : V = Volume sample sediment (gr)
a = Berat cawan berisi sediment (gr)
b = Berat cawan kosong (gr)
Sedangkan debit sungai rata-rata
dapat diketahui dengan membuat lengkung debit yang merupakan grafik yang
menunjukkan hubungan antara debit sungai (Qw) dengan tinggi muka air (H) pada
lokasi penampang sungai. Dalam grafik debit (Qw) ditempatkan pada
skala mendatar sedangkan tinggi muka air
(H) pada skala tegak. Persamaan lengkung debit yang digunakan adalah :
Qw = m .
Hn
Dimana : Qw = debit air (m3/dt.)
H = Tinggi muka air (m)
m,n = Konstanta
Untuk menentukan besarnya konstanta m
dan n, maka persamaan tersebut merupakan persamaan eksponensial diubah menjadi
persamaan linear dengan transformasi logaritma sebagai berikut :
Log Qw = Log m + n Log H, jika
dimisalkan log Qw = Y ; log m = a ; N log H = bX
Maka persamaan menjadi
= a + b
Dimana konstanta a dan b dapat
dihitung dengan persamaan :

Dimana : Xi = data X
yang ke I ( Data Tinggi muka air, H)
Yi = data Y yang ke I (Data Debit sungai, Qw)
i = 1,2,3,….n
Sedangkan tingkat hubungan antara
debit sediment dan debit (Qw) dapat dinyatakan dengan koefisien korelasi yang
secara matematis menggambarkan penyebaran titik-titik disekitar persamaan tersebut, Koefisien korelasi dapat dihitung
dengan persamaan sebagai berikut :

Hubungan antara debit sediment dan
debit (Qw) mempunyai nilai korelasi maksimum 1,0, semakin tinggi tingkat
hubungan itu maka koefisien korelasinya mendekati 1.
Selanjutnya dibuat lengkung sediment
yang merupakan kurva hubungan antara debit air (Qw) dengan debit sediment (Qs),
secara umum persamaan lengkung sediment sebagai berikut :
Qs = m . Qwn
Untuk menentukan besarnya konstanta m
dan n maka persamaan eksponensial diubah menjadi persamaan linear dengan
transformasi logaritma dari persamaan tersebut, sehingga :
Log Qs = Log m +
n log Qw
Dimisalkan : log Qs = Y ; Log m =
a ; n log Qw = b X
Maka persamaan diubah menjadi
= a + b
Persamaan tersebut merupakan persamaan garis lurus sehingga
konstanta a dan b dapat dihitung dengan persamaan :

Dimana : Xi = data X yang ke I (data debit , Qw)
Yi = data Y yang ke I (data debit
sediment, Qs )
i
= 1,2,3,….n
Sedangkan tingkat hubungan antara debit sediment dan debit
sungai dapat dinyatakan dengan koefisien korelasi yang secara matematis menggambarkan penyebaran titik-titik
disekitar persamaan tersebut. Koefisien korelasi dapat dihitung dengan persamaan
berikut :

Hubungan antara debit sediment dengan debit sungai ini mempunyai nilai
korelasi maksimum 1 dan semakin tinggi tingkat hubungan itu maka koefisien
korelasinya 1.
2.3. Perhitungan Sedimen Dasar
Perhitungan
sediment dasar dengan menggunakan Pendekatan MPM (Meyer Peter Muller)
Dimana :
qb = Debit muatan sediment dasar (Kg/dt./m)
d50
= Ukuran diameter butiran (mm)
g = Gaya grafitasi, 9.81 m/dt.2
R = Jari-jari
hidrolis (m)
n’ = Koef.
Kekasaran untuk dasar rata
n = Koef. Kekasaran
aktual
Intensitas aliran dihitung dengan rumus :

Intesitas angkutan muatan sediment dasar

Muatan sediment dasar per unit lebar :

Debit muatan
sediment dasar untuk seluruh lebar dasar aliran :
Qb
= qb x B
Dimana : Qb = Debit muatan sediment dasar
(kg/dt.)
B = Lebar dasar (m)
Perhitungan
Sedimen Dasar dengan pendekatan Einstein
Intesitas muatan
sediment dasar
:
R’ adalah jari-jari hidrolis yang menampung muatan
sediment dasar
S adalah kemiringan dasar sungai.
Dari pendekatan Einstein

Hubungan antara Φ dan ψ
secara grafis dapat dilihat pada gambar 2.1.

Gambar 2.1 Grafik hubungan antara Φ dengan ψ
3. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
3.1. Menentukan
Hubungan Tinggi Muka Air dengan Debit Air
Sebelum membuat
lengkung debit, terlebih dahulu ditarik garis lurus yang menunjukkan hubungan
antara tinggi muka air (H) dengan debit air (Qw) yang digambarkan pada grafik
logaritma.
Dalam membuat
lengkung debit digunakan persamaan Qw = a(H)b yang kemudian diubah
menjadi persamaan linear dengan transformasi logaritma sebagai berikut : Log Qw = Log a + b Log H ; Log Qw = Y, Log a
= a, b Log H = bX
Dari persamaan diatas dapat diubah
menjadi persamaan garis lurus, yaitu :
Konstanta a dan b dapat dihitung
dengan persamaan sebagai berikut :
=
Jadi a = 
Maka konstanta a dan b dimasukkan
dalam persamaan berikut :
Log
Qw = 0.162 + 1.208.H
Qw = 1.453 (H)1.208
Untuk mengetahui rumus empiris diatas
apakah mendekati kebenaran, maka dicari nilai korelasi (r) , sebagai berikut :

Dari hasil perhitungan lengkung debit
dengan analisa regresi linear dibuatkan grafik hubungan debit sungai (Qw)
dengan tinggi muka air (H)
3.2. Perhitungan Debit Rata-Rata Bulanan
Untuk
menghitung debit rata-rata bulanan sungai Bulu Timoreng digunakan data tinggi
muka air yang tercatat dari tahun 1980 – 2004, dan besarnya debit rata-rata
bulanan dihitung dengan persamaan : Qw = 1.453(H)1.208
Hasil
perhitungan debit rata-rata bulanan dapat dilihat pada table 3.1.
3.3. Menentukan Hubungan Debit Sungai dengan Debit Sedimen
Dari hasil
analisa contoh air di laboratorium, maka besarnya debit sediment melayang dapat diketahui dengan menggunakan
persamaan :
Qs = Qw x C x K
Perhitungan debit sediment : Qw =
0.34 m3/dt. ; C = 41 mg/lt.
Qs = 0.34 x 41 x 0.0864 = 1,204 ton/hr.
Perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada table 3.2. :
Dari hasil
perhitungan dibuat hubungan antara debit sungai (Qw) dengan debit sediment
melayang (Qs) dengan menggunakan
persamaan lengkung sediment yang merupakan persamaan eksponensial : Qs = m . Qwn
Diubah
menjadi persamaan linear : Log Qs = Log m + n Log Qw
Dari
persamaan diatas diubah menjadi persamaan garis lurus, yaitu :
Konstanta a dan
b dapat dihitung dengan persamaan :
=
Jadi a = 
Maka
konstanta a dan b dimasukkan dalam persamaan :
Log Qs =
0.51124 + 1.361 Qw
Qs = 3.231
(Qw)1.361
Untuk
mengetahui rumus empiris apakah
mendekati kebenaran, maka terlebih dahulu dicari nilai korelasi (r) dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :
=
Tabel 3.1. Tabel
Hasil perhitungan Lengkung Sedimen dengan Analisa Redgresi Linear Tahun 1980 –
2004.
|
No
|
Qw
(m3/dt.)
|
Qs
(ton/hr.)
|
Xi
Log Qw
|
Yi
Log Qs
|
Xi.Yi
|
Xi2
|
Yi2
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
|
0.34
2.09
0.41
0.15
0.21
0.14
0.08
0.08
40.10
0.54
4.80
1.23
4.21
2.03
1.91
0.67
0.47
1.14
0.49
0.29
1.67
0.78
0.63
0.37
1.08
0.81
1.77
2.19
1.33
3.50
1.53
0.36
1.72
0.52
0.28
0.36
1.33
0.96
2.96
4.67
1.14
0.28
0.84
2.45
36.7
2.56
0.89
0.79
1.36
2.14
1.16
3.38
1.34
2.04
0.51
0.28
0.75
0.64
0.85
0.82
0.82
|
1.204
11.557
0.508
0,242
0,308
0.258
0.092
0.060
839.598
1.773
47.969
7.120
67.778
4.911
4.786
1.235
0.650
1.674
1.623
0.484
1.635
1.685
1.579
0.469
9.978
2.356
4.282
15.200
17.735
24.595
4.230
1.172
8.669
0.674
0.556
0.207
0.958
4.700
24.873
16.911
1.458
0.206
2.493
8.062
134.023
27.954
4.045
7.881
5.640
7.830
3.443
5.104
5.541
26.668
1.217
0.716
11.012
1.655
6.359
0.380
0.989
|
- 0.469
0.320
-0.387
-0.824
-0.678
-0.854
-1.097
-1.097
1.603
-0.628
0.681
0.090
0.624
0.307
0.821
-0.174
-0.328
0.057
-0.310
-0.358
0.223
-0.108
-0.201
-0.432
0.033
-0.092
0.248
0.340
0.124
0.544
0.185
-0.444
0.236
-0.284
-0.553
-0.444
0.124
-0.018
0.361
0.670
0.057
-1.192
-0.075
0.389
1.565
0.408
-0.051
-0.102
0.134
0.331
0.063
0.529
0.126
0.309
-0.294
-0.553
-0.135
-0.194
-0.073
-0.084
-0.087
|
0.081
1.063
-0.294
-0.616
-0.511
-0.277
-1.035
-1.223
2.924
0.249
1.181
0.852
1.831
0.691
0.680
0.092
-0.187
0.224
0.210
-0.315
0.214
0.227
0.198
-0.329
0.991
0.372
0.632
1.182
1.249
1.391
0.626
0.069
0.938
-0.171
-0.255
-0.683
-0.019
0.672
1.396
1.228
0.164
-0.686
0.397
0.906
2.127
1.446
0.607
0.897
0.751
0.894
0.536
0.708
0.744
1.246
0.085
-0.145
1.042
0.219
0.803
-0.421
-0.005
|
-0.038
0.340
0.114
0.508
0.346
0.237
1.136
1.341
4.688
-0.067
1.145
0.077
1.143
0.213
0.191
-1.016
0.061
0.013
-0.065
0.169
0.048
-0.024
-0.040
0.142
0.033
-0.034
0.157
0.402
0.155
0.757
0.116
-0.031
0.221
0.049
0.141
0.303
-0.002
-0.012
0.504
0.823
0.009
0.948
0.030
0.352
3.328
0.591
-0.031
0.092
0.100
0.296
0.034
0.375
0.094
0.440
-0.025
0.080
-0.130
-0.042
-0.058
0.035
0.000
|
0.220
0.102
0.150
0.679
0.459
0.729
1.203
1.203
2.570
0.072
0.464
0.008
0.390
0.095
0.079
0.030
0.108
0.003
0.096
0.289
0.050
0.012
0.040
0.186
0.001
0.008
0.061
0.116
0.015
0.296
0.034
0.197
0.055
0.081
0.036
0.197
0.015
0.000
0.130
0.449
0.003
1.191
0.006
0.151
2.448
0.167
0.003
0.010
0.018
0.110
0.004
0.280
0.016
0.095
0.087
0.036
0.016
0.038
0.049
0.007
0.008
|
0.007
1.130
0.087
0.380
0.261
0.077
1.072
1.495
8.550
0.062
2.826
0.727
3.353
0.478
0.462
0.008
0.035
0.050
0.044
0.099
0.046
0.051
0.039
0.108
0.982
0.139
0.399
1.397
1.560
1.934
0.392
0.005
0.880
0.029
0.065
0.467
0.000
0.542
1.498
1.508
0.027
0.470
0.157
0.822
4.525
2.092
0.368
0.804
0.564
0.799
0.287
0.501
0.553
2.033
0.007
0.021
1.085
0.048
0.645
0.177
0.000
|
|
Total
|
151.07
|
1399.049
|
-1.364
|
28.542
|
21.316
|
16.166
|
49.590
|
|
Rata2
|
2.48
|
22.935
|
-0.022
|
0.468
|
0.349
|
0.265
|
0.813
|
Grafik Hub. Sedimen Melayang (Qs) dengan debit
sungai (Qw) Hasil Analisa Regresi Tahun 1980-2004.
Tabel
Perhitungan Debit Sedimen Melayang (Qs) Tahunan
|
No
|
Tahun
|
Sedimen Melayang (Qs)
(ton.Thn.)
|
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
|
1980
1981
1982
1983
1984
1985
1986
1987
1988
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
|
24.76
24.66
16.10
29.34
24.42
14.58
20.79
14.06
17.01
13.72
9.14
12.31
2.58
5.47
3.60
10.17
5.13
5.21
23.01
4.58
4.13
7.97
10.86
8.76
18.69
|
|
Total
|
|
331.06
|
|
Rata2
|
|
13.24
|
bisa di emailkan tulisan diatas bu ?
BalasHapuspesamaan dan rumus2nya tidak nampak lagi
muhammadikram08@gmail.com
sipil unsyiah banda aceh
siiip bagus n saya tertarik
BalasHapusbisa di emailkan bu?
paradise.rais14@gmail.com
Assalamu'alaikum Ibu Nenny
BalasHapusHormat Saya
Saya Satria Meidian Saputra, bolehkah saya meminta produk asli dari tulisan diatas, karna persamaan dan rumus-rumusnya sudah tidak nampak lagi?
Karna saya butuh referensi untuk menyelesaikan tugas akhir saya.
email saya satriameidians@gmail.com
terimakasih
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSaya Muzammil, bolehkah saya meminta produk asli dari tulisan diatas, karna persamaan dan rumus-rumusnya sudah tidak nampak lagi?
BalasHapusKarna saya butuh referensi untuk menyelesaikan tugas akhir saya.
email saya muzammil.al.aris08@gmail.com
terimakasih
assalamualaikum Bu Neny, saya rizky setyo.. Bu bolehkah saya meminta file tulisan ibu ini.. soalnya rumus-rumus ny tidak terlihat bu.. bisa diemailkan bu ke setyoningrumrizky@gmail.com .. trimakasih bu
BalasHapusbolehkah saya meminta produk asli dari tulisan diatas, karna persamaan dan rumus-rumusnya sudah tidak nampak lagi?
BalasHapusKarna saya butuh referensi untuk menyelesaikan tugas akhir saya.
email saya wahyudiu43@gmail.com
terimakasih sebelumnya
Saya Miftah Farid akan sangat berterimakasih jika ibu berkenan mengirimkan email ke miftah.engs2190@gmail.com berisikan tulisan asli untuk jurnal diatas.
BalasHapusMaaf Bu, bolehkah saya meminta produk asli dari tulisan diatas, karena persamaan dan rumus-rumusnya sudah tidak nampak lagi Bu.
BalasHapusSaya sangat butuh referensi untuk menyelesaikan tugas akhir saya.
email saya wawanfr33@gmail.com
terimakasih sebelumnya
bolehkah saya meminta produk asli dari tulisan diatas, karna persamaan dan rumus-rumusnya sudah tidak nampak lagi?
BalasHapusKarna saya butuh referensi untuk menyelesaikan tugas akhir saya.
email saya marwandaud14@gmail.com
terimakasih sebelumnya
Assalamualaikum bu neny, maaf menganggu bisa saya minta fie lengkapnya karena data di atas banyak persamaan yang tidak bisa terbaca. karena saya butuh referensi tugas akhir saya. maaf email saya nurfaidayantinurdin@ymail.com terima kasih sebelumnya bu,
BalasHapusAssalamualaikum bu, maaf bolehkah saya minta file yang lengkap karena saya butuh untuk menyelesaikan TA saya.
BalasHapusini e-mail saya wakchienk@gmail.com
assalamualaikum bu, maaf mengganggu waktunya bu, saya boleh di emailkan kah tulisan di atas, untuk membantu saya dalam menyelesaikan tugas akhir saya, besar harpan saya bu untuk di bantu, email saya mohctawakal@gmail.com. terima kasih banya bu
BalasHapusSalam sehat bu, bolehkah saya meminta produk asli dari tulisan diatas, karena persamaan dan rumus-rumusnya sudah tidak nampak lagi Bu.
BalasHapusSaya sangat butuh referensi untuk thesis saya.
email saya gabrielpurnama8@gmail.com
terimakasih sebelumnya